Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2014

Ya Allah hati ini masih riya dan munafik

saya itu orang baik. orang suci udh pake jilbab, udh ngikutin perintah Allah. bergaul sama orang2 suci, semuanyaa lah... Nauzubillah.. saat hati sombong dnegan kebaikan saat itulah kita mulai bergelemut dengan keinginan slalu ingin dipuji orang baik/ yaa smuanya butuh proses.. proses yang panjang.. \ yang penuh jatuh bangun kadang begitu dekat kadang begitu jauuh.. saat manusia iingin mendekat DIA akan berlari mendekatimu.. tapi bersihkanlah hatimu itu. tapi Ya Allah begitu banyakkkk dosa dan dosaa yg hamba lakukan, bahkan lidah sering menggunjing aib orang dengan begitu nikmat, dan semuaaa dosa yang tak terasa begitu menumpuk, sebentar lg ramadhan ya Allah mudahkanlah langkah ini untuk tetap beribadah dan meminta petunjukmu,,, hati ini ingin dijilbabkan juga agar tenang, agar perjuangan ini tak sia-sia. berikanlah kekuatatan dalam menerima takdirmu, dan kuatkanlah langkah ku untuk tetap berusaha menggapai ridhomu... rasa2nyaa begituu jauuuh lagi hati ini padaMu... hal-hal keci...

Masyarakat awan, Realitas, dan Orang2 "sok tau politik"

kepentingan masyarakat, kepentingan elit atau kepentingan masyrakat Indonesia seluruhanya. kebanyakan dari kita hanya melihat, mendengar tanpa tahu bagaimana kondisi di lapangan. kita hanya menonton dan melihat potongan gambar dalam kamera yang dibungkus dengan wacana tanpa adanya proses yang sebenarnya. tanpa editing tan redaksional hanya berita, hanya informasi. tapi sekarang media bukan lagi menjunjung hal itu, keberpihakan dan kepentingan sudah menjual semuanya. kita tidak bisa netral dan adil bila media saja sudah tidak sesuai prosedur jurnalistik.  media sudah ditelanjangi dengan kepentingan para pemodal, tapi kita bisa apa? mungkin yang hanya bisa kita lakukan melindungi diri dan orang-orang terdekat untuk saling mengingatkan untuk mengambil sikap terbaik dalam melihat media. media sekarang seharusnya bisa lebih santun, lebih mendidik dan lebih progrsif dalam membungkus sebuah berita ini bukan lagi berita, ini hanya wacana yang dibungkus kata berita, kalo akhirnya b...

Komunikasi politik dan "Jualan" Capres 2014

mengapa ada kata jualan, semacam sinisme dan apatis dalam sebuah "pertandingan" akbar merebut hati masyarakat Indonesia. dua kubu calon presiden dan calon wakil presiden tahun 2014. dimulai dari hasil pemilu legislatif dan lobby2 koalisi. sangat nyata tim "jokowi" seperti sudah sangat "ideal" seperi isu-isu dan masalah-msalah yang sering dirasakan oleh masyarakat Indonesia. yang saya takutkan adalah ini cuma sekedar retorika dan jualan media sebagai wadah pencitraan jokowi. bukannya tidak suka jokowi, sosok jokowi. terkadang agak bingung mengambil sikap terbaik dalam menilai tokoh dalam framing media.  seperti yang dirasakan saat ini, jokowi dalam framing media tv seperti metro tv sangat baik, sebaliknya TV one malah sebaliknya, masyarakat sudah tahu bahwa media tersebut berada dibalik masing-masing calon hasil dari koalisi yang ada. fenomena ini justru membuat pusing rakyat, indonesia begitu luas, rakyat nya ratusan juta orang, yang dipilih 2 orang. ...

Tesis-S2-POLITIK

kenapa kamu disini, sepertinya kita tak punya pilihan untuk memilih>. kita?? bukan kita tapi saya. politik sepertinya tidak cocok dengan hal ini, tapi memang sudah tidak ada lagi yang harus disesali. sudah disini, diperjuangkan, diusahakan, urusan nanti mau jadi apa tergantung kaki mau melangkah, mendengar omongan org tanpa mikir itu yang bisa bikin bego. yaa respon dari smua itu berasal dari dirimu sendiri manajemen waktu yang masih kacau, dan karakter diri yang membuat masih berputar-putar di kepala. tapi yasudahlaah ini hanya coretan kecil.

Kenapa sih?

pertanyaan-pertanyan selalu menyita waktu, ada apa dengan diriku. mengapa begitu lama baru tersadar sesuatu yang berharga itu sudah banyak terlewatkan tanpa optimalisasi. ada apa dengan diriku, mengapa begitu pasrah dan seperti menyerah pd sebuah kesimpulan yang belum tentu benar. kenapa diriku, mengapa begitu gampang berganti-ganti mood tanpa kendali. duhai Tuhan ku Allah, apa mungkin aku sudah jauh kembali terlempar dengan semua rasa asing di dada, dan dari gelapnya tujuan yang ada di depan hidupku, dengan berbagai langkah yang tak yakin, Tuhan ku aku sunguh ingin kembali, terangilah jalanku lagi. aku ingin terlahir kembali_ menjadi diriku lg tp dgn kualitas yang lebih baik dalam hal "manajemen waktu" pembunuh misterius bernama waktu_ mudah-mudahan perbaikan demi perbaikan akan segera bisa dilaksanakan. ingin kutinggalkan wajah muram dalam kalbu. terangkan smua kegelisahan di jiwa dengan ibadahku, yg menghadirikan hati di dalam setiap ibadah. menempa hati dengan empati...