Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

JILBAB

hijab,jilbab, kerudung sangat kata-kata itu sangat populer saat2 ini.. termasuk saya termakan tren jilbab.. jilbab akhirnya kehilangan nilai tanpa substansi..  ada lagi kalangan jil dengan membawa bendera islam membelot dengan "pembenaran" pendalaman yang sesungghnya dangkal itu yg akhirnya menyihir umat islam dalam keraguan tentang makna dibalik jilbab tersebut, cantik, fashion, segala gemerlap tentnag jilbab menjadi ajang puteri kecantikan. yaa smua serba disamakan dengan bangsa barat.. saya ini bukan penggemar fanatik fashion. berkerung sederhana, terkadang tergoda untuk menikmati pandangan laki-laki yang sepertinya menjadi tertarik karena "fashion" dari jilbab bukan dari nilainya. tapi kita bukan ngurusin apa kata orang.. yang penting hatinya... manusia itu tempatnya salah dan khilaf kira2 kapan manusia itu benar2 menjadi bersih hatinyaa... tidak akan pernah bener2 bersih...  saya makin tersesat dengan jilbab saya.. kenapa? komunitas masih...

Society Spectacle

bahasan tentang media memang tidak ada habisnya akhir-akhir ini. media menjadi raja dari segala informasi, media menjadi Tuhan yang menentukan segala aspek kehidupan. media bisa menanyangkan apa saja dari media cetak,media massa, media eletronik semuaa menyediakan semua aspek yang dibutuhkan oleh manusia modern, ya manusia modern dengan berbagai kecanggihan teknologi yang ternyata menimbulkan sebuah kegagapan berfikir. bukan berhenti berfikir tetapu terkadang media mempertontonkan sesuatu secara instan, dan serba showbiz. Indonesia kita tahu sebuah negara berkembang yang pusat dari semua pusat berada di Jakarta. semua ada di jakarta, ya Indonesia mini. dari berbagai manusia dari latar belakang etnis yang berbeda, dari kalangan si kaya, si miskin, bahkan si gila ada di jakarta. atau masih banyak lagi pengelompokan manusia yang ada di dalam ilmu sosiologi. gaya hidup yang serba metropolis dimulai dari sini, dari banyaknya mall, banyaknya gedung-gedung bertingkat, perusahaan asing, pu...

OPTIMISLAH

optimislah pandanglah masa depan dengan gagah berani, dengan keimananmu, kelembutan hatimu, cintamu, keberanian dan kegigihamu memandang masa depan.. ALLAH bersamamu janganlah kau khianati cintanya, lagi dan lagi dengan dosa-dosamu.. tanamkan budaya introspeksi dan berbuat kebaikan lagi dan lagi... berbuat baiklah walau orang melupakan kebaikanmu.. mendidik hati tak semudah membalikan telapak tangan... aku? still kid like anyone else.. but i wanna change... for my future.. cinta merengek untuk dikembalikan tapi sang cinta bertanya inikah cinta atau hanya sekumpulan rasa yang tak berarti dan sementara bukan kepedulian hanya penasaran rasa sesaat yang tak bisa dipertanggungjawabkan. buat apa disesali.. waktu akan segera menghapus dan akan datang dia yang selama ini kau nantikan.. bersabarlah.. latihlah terus hatimu, akan terus kuat dan kuat... perasaan yaah bijaklah dalam memandang rasa... mulut, bila itu bukan kebaikan sebaiknya kau diam! kaki, melangkah ke tempat2 ...