Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

LAPORAN Dari Perbatasan Kalimantan Barat

Gambar
jeng.. jeng kami berpetualang kembali... saya, adik, dan seorang bapak nya rukiyah yang sudah menjadi sopir berlisensi internasional kami pergi pada hari sabtu, sekitar jam 01.00 PM dari pontianak menuju sambas, dengan menggunkan mobil xenia putih kami melaju dengan mulus. alhamdulilaah... Sambas adalah kota yang tak pernah aku kunjungin sebelumnya, maklum biasanya perginya keluar kota pontianak. yaa ke pulau jawa dengan mas-mas medoknya hehehe lanjut... sampai disambas sekitar pukul 07.30 PM kami langsung menuju penginapan namanya PANTURA, entah kenapa namanya pantura. tapi aku sudah tak ada lagi daya untuk bertanya. harga cukup bersahabar dari standart sampe deluxe paling tinggi 6 rts ribu paling murah 100rb. kami memilih 150 rb yaitu standart II.  dan kami pun langsung ke kamar, setelah bersih-bersih kami jalan-jalan menikamati suasana kota sambas di malam minggu. satu kata sunyi krik kriik. yaa mgkn karena lokasi hotel memang dipinggir kota, beda dengan yg di dekat p...

PENJARA "kenakalan dan HAM"

saya habis berkunjung ke lapas anak di daerah sui.raya dalam. suasana hati saat melangkah kesana hanya penasaran yang ada. bagaimana penjara, apa saja yang ada di dalamnya. orang-orang jahat dan bersalah yang harus dihukum mungkin inilah yang ada di benak kita bersama. kumpulan orang-orang bersalah dan jahat. tapi ini lapas anak, ada fenomena yang sangat dilematis. saat usia yang masih dikatakan remaja atau anak bertindak kejahatan lalu dihukum dalam penjara, apa yang tujuan yang ingin diharapkan, pasti sebuah penyesalan, mewujudkan harapan baru dan hidup baru.  awalnya saya ingin berposes belajar untuk tidak memandang mereka dengan kejaatan mereka, mengakimi tanpa asalan yang jelas. tapi mendengar apa saja kejahatan mereka, dan bagaimana sikap mereka dilapas yang diceritakan oleh para petugas lapas, sebenarnya sungguh ngeri apa yang telah mereka perbuat. umur dimana mereka bisa berkembang malah sudah ada di dalam penjara, saya hanya melihat mata-mata yang butuh perhatian dan ...

Kenapa Harus Politik ?

beribu pertanyaan kadang menghujam kepala ini, kenapa aku berada disni. politik seperti ini bukan tujuan ku yang serius. tidak sesuai dengan kepribadianku.. hati bergejolak menyangkal soal politik. pesimis dan apatis, itu yang kadan kurasakan. melihat, mengenal orang-orang yang terjun langsung ke politik, walaupun segelintir tetap memperlihatkan bagaimana orang-orang politik yang sebenarnya. politik bebas nilai itu adalah bohong... sepertinya saya tersesat disini, ya disini di politik, rasanya ingin lari, hanya ingin pergi dan mengambil ijazah magister ilmu politik. tetapi makin kutelusuri makin kubaca tentang politik. ada sesuatu yang "sexy" di dalamnya ada hal-hal yang sangat multitafsir, filosofis dan banyak makna yang ingin disampaikan dengan sebuah kata. politik identik dengan kekuasaan, kekuasaan yang dipegang oleh para elite, lalu sistem politiknya demokrasi. kekuasaan di tangan rakyat. demokrasi? seperti gaunagan dalam sebuah kertas, garang di dalam tataran dalam k...

Akhir drama koalisi politik

komunikasi politik berjalan bak sinetron, penuh gaya dan citra serta dialog dan simbol-simbol. kepentingan rakyat dan Indonesia yang lebih baik akan terus terdengar. komunikasi politik yang dijalankan oleh partai-partai dengan perolehan suara dari yang tertinggi dan terendah. akhirnya hari ini jelas sudah akhir cerita dari drama koalisi antar partai politik. dengan adanya deklarasi capres dan cawapres yaitu prabowo dan hatta rajasa, Jokowi dan Jusuf Kalla. Pada Poros pertama ada beberapa partai yaitu gerindra, PPP, PAN, PKS, PBB dan Golkar, yang datang pada akhir acara. Deklarasi Prabowo-Hatta pada pukul 2:53 PM sedangkan deklarasi Jokowi dan Jusuf Kalla pada pukul 10.30 di Gedung Joang 45 Poros Jokowi-Jk didukung oleh beberapa partai yaitu PDIP, PKB, Hanura, Nasdem. dari dua poros ini sudah dapat disimpulkan capres dengan 1 putaran. Demokrat memilih untuk netral, entahlah sepertinyaa manuver demokrat untuk menjadi oposisi. kita tunggu saja kelanjutan kedua poros ini. terus amati c...