tersadar.
2 tahun, ya hampir 2 tahun sudah aku kembali ke semarang. kadang hidup begitu aneh.. tidak terencana ttapi itu terjadi. sblm ak pergi meninggalkan pontianak, ada seseorang. yang begitu aku kagumi merasa ingin sekali bersamanya, merasa hidup akan lebih baik bersamanya, berusaha untuk tidak memikirkannya saja sudah membuat aku ingin muntah. aku selalu merasa "patah hati" sendiri tanpa menyimpulkan hal itu lebih luas lagi. saat itulah hikmahnya, aku seperti Tuhan yang ingin mengatur tanpa menerima ada saat-saat dimana manusia memang harus menjalani yang sudah tersedia.
Ya Allah seret aku ke jalanMu yang lurus, berkumpul dengan orang-orang yang bisa membuatku makin mencintaiMu.
suami, pendamping hidup mungkin hal itu, ya aku tergila-gila oleh fiksi itu adalah hal terbaik di dalam hidup, menemukan pasangan sejatimu.
pasangan yang memang "dilahirkan" untukmu. cinta memang tidak sempurna, untuk menerima bahwa aku mencintai orang yang benar-benar berbeda denganku butuh waktu yang panjang. membantah, menjatuhkannya, dan saat melihatnya aku merasa hilang didalam teks bukan dalam konteks.
aku seperti tidak benar-benar mengenalnya,..
aku merasa tidak tahu apa-apa tentang dirinya...
aku rasa dia merasakan hal yang sama. tapi mungkin takdir adalah jawaban terkahir dari semua ini
ada dua orang yang tidak pernah percaya bahwa mereka memang ditakdirkan bersama, sampai suatu hari takdir menampakkan jawaban yang yang sebenarnya.
tapi saat kata-kata yang seharusnya membuat aku bergetar itu akhirnya hanya huruf mati tanpa makna
tidak menyesal, semua sudah ada yang mengatur.
aku tak ingin ada dilingkaran setan ini lagi.
aku akan menyelesaikan semuanya, masih banyak cita-cita yang hrs aku capai.
aku mencintai setiap sudut kota semarang, dengan segala kebosanan yang aku nikmati sendiri
dengan fikiran-fikiran dan prasangka ku tentang sebuah musibah
dalam realitas 80 % prasangka negatif itu tidak terbukti
ya dia hanya tidak mencintaiku, jadi apa mau dikata, yasudah memang itulah kenyataannya, dan tidaklah mengapa karena mungkin aku yang tidak benar-benar percaya diri bahwa aku pantas dicintai.
kepercayaan itu luntur lagi dengan segala prasangka yang aku bangun sedikit- demi sedikit bersama setan. ataukah hawa nafsu dan maksiatku yang masih menggunung, tetapi sudah bertingkah seperti orang yang benar-benar baik.
tapi itulah kehidupan, dan kesuksesan yang besar dimulai dari sukses-sukses kecil.. jadi teruslah berusaha sampai kau benar-benar menikmati proses yang berjalan.
Ya Allah seret aku ke jalanMu yang lurus, berkumpul dengan orang-orang yang bisa membuatku makin mencintaiMu.
suami, pendamping hidup mungkin hal itu, ya aku tergila-gila oleh fiksi itu adalah hal terbaik di dalam hidup, menemukan pasangan sejatimu.
pasangan yang memang "dilahirkan" untukmu. cinta memang tidak sempurna, untuk menerima bahwa aku mencintai orang yang benar-benar berbeda denganku butuh waktu yang panjang. membantah, menjatuhkannya, dan saat melihatnya aku merasa hilang didalam teks bukan dalam konteks.
aku seperti tidak benar-benar mengenalnya,..
aku merasa tidak tahu apa-apa tentang dirinya...
aku rasa dia merasakan hal yang sama. tapi mungkin takdir adalah jawaban terkahir dari semua ini
ada dua orang yang tidak pernah percaya bahwa mereka memang ditakdirkan bersama, sampai suatu hari takdir menampakkan jawaban yang yang sebenarnya.
tapi saat kata-kata yang seharusnya membuat aku bergetar itu akhirnya hanya huruf mati tanpa makna
tidak menyesal, semua sudah ada yang mengatur.
aku tak ingin ada dilingkaran setan ini lagi.
aku akan menyelesaikan semuanya, masih banyak cita-cita yang hrs aku capai.
aku mencintai setiap sudut kota semarang, dengan segala kebosanan yang aku nikmati sendiri
dengan fikiran-fikiran dan prasangka ku tentang sebuah musibah
dalam realitas 80 % prasangka negatif itu tidak terbukti
ya dia hanya tidak mencintaiku, jadi apa mau dikata, yasudah memang itulah kenyataannya, dan tidaklah mengapa karena mungkin aku yang tidak benar-benar percaya diri bahwa aku pantas dicintai.
kepercayaan itu luntur lagi dengan segala prasangka yang aku bangun sedikit- demi sedikit bersama setan. ataukah hawa nafsu dan maksiatku yang masih menggunung, tetapi sudah bertingkah seperti orang yang benar-benar baik.
tapi itulah kehidupan, dan kesuksesan yang besar dimulai dari sukses-sukses kecil.. jadi teruslah berusaha sampai kau benar-benar menikmati proses yang berjalan.
Komentar
Posting Komentar