Bersyukur dan bertaubat...

Ini tentang hidup dan rasa ku tentang sebuah ikatan cinta. ya cinta yang selalu aku merasa sudah mempunyai cinta yang baik. ternyata diriku SALAH BESAR selama ini.. begitu banyak yang terdorong oleh hal-hal yang begitu naif kudendangkan cinta terhadap makhluk yang selalu berakhir kecewa, membandingkan kisah ku dengan orang lain adalah salah satu kesalahan terbesar. terkadang kita mencari begitu luas di dinding luar dari dalam diri kita hingga lupa sebenarnya di dalam inilah semua itu berasal. Di dalam jiwa ini, pertanyaan itu semakin lama berkelebat? Siapa saya? Dari mana saya? Mau kemana saya? petanyaan itu semakin terang saat-saat ini.

cinta yang sesungguhnya adalah cinta kepada Allah, dan Rasulullah mungkin dulu saya tak terbayang betapa tak mungkinnya itu terjadi. Tapi Allah memanggilkuk sedikit demi sedikit ke situ. Cinta kepada makhluk membuat terbuai membangun cinta kepada Allah dan Rasul. Saat cinta makluk mendominasi maka kita akan kecewa fatarabasu kata Allah, hati-hati.

kau tau, saya tinggal menghitung hari menuju umur 28, mungkin saat aku menulis khayalan ku tentang jodoh yang akan segera tiba di tahun 2014, 2015, 2016, dan sekarang. Aku mungkin akan terpental keras mengapa ini bisa terjadi. Yah yang salah jelas saya, menggantung kebahagian hanya "jodoh impian". punya jodoh impian itu tidak masalah, tp mungkin size saya belum pas di mata Allah. Allah sedang menyapaku lebih keras dari biasanya, lebih merdu dari biasanya, dan lebih dalam dari biasanya. Allah menamparku berkali-kali hingga aku tak berdaya berkelibat, sampai aku benar2 mengerti tentang yang telah Dia takdirkan dan yang Dia siapkan untukku.

terbesit kadang, "mengapa seperti ini" aku sudah melakukan semua yang Engkau mau ya Rabb, berjilbab, datang secara istiqamah ke majelis ilmu, datang ke acara-acara bernafskan islam, ikut ke dalam gerakan-gerakan sosial, lihalah fulanah biasa2 aja, dapat jodoh baik,dan segala rentetan penilaian menurut diriku. Tapi apa!!! pikiran ini hanya membuat saya sejajar dengan iblis karena dialah yang meniupkan kata " aku lebih baik dari kamu".

saatnya aku berhijrah, hijrah yang biasa saja masih dipenuhi pemahaman ku yang sangat minim soal agama. hijrah suka-suka, belum dalam, belum berbekas. Hanya lapisan luar, tapi dalam hati masih banyak menyobek syariatMu. Kini ku coba membangun sebuah cinta yang sesungguhnya, agar hidup dan matiku berbuah ridho dan ampunan dari Mu ya Rahman ya Rahim. agar hidupku di tolong oleh Mu ya Rabbi...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

9.40 am

10.17 am di 11 Maret 2014

Kenapa sih?