Jumat Manis
10:44 pm
membaca buku sekarang sudah seperti kebiasaan... yaa saat keadaan mensetting harus maka harus bisa mencari celah di setiap waktu. Pagi ini bintang subuh bersinar sendiri di 05.00 am, langkah kaki masih diizinkan Allah untuk ke musolla. Ak ingin mengasah iman ku yang dari hati, iman yang selalu aku pertahankan saat orang tak melihat saat orang-orang tak ada.
sedang menonton Prabowo dan Aiman sambil mengetik "masyarakat yg cerewet menunjukan masyarakat yang pintar" dialetika gagasan dilawan gagasan sehingga ada gagasan lain yang lebih bisa menjawab persoalan-persoalan di zaman modern
sepertinya politik makin panas, hukum tak berjalan efektif, korupsi merajalela, demokrasi yang import.
tiba-tiba buku lama aku keluarkan lagi dari rak buku. berjudul A gift from a friend... Merry Riana. aku pernah ikut seminarya. duluuu dua tahun yang lalu, tp greget itu sangat kecil di jiwa. tapi hari ini aku merasakan sesuatu lagi setelah melihat bukunya. Dimana rancangan kehidupan bukan pasrah seperti air mengalir sadarlah kita punya andil besar untuk melaksanakan hidup yang kita inginkan.
kebebasan. kebebasan finansial, kebahahgian orang tua, dan kebahagian ku nanti bersama keluarga kecilku.
dalam 4 bulan awal ini aku ingin menyelesaikan tesis dan jadi magister ilmu politik, ingin menulis buku, dan menikah...
jangan tanya calon, aku pun belum tahu dia siapa no idea, sepertinya sudah dekat... InsyaAllah...
selalu berprasangka baik ke Tuhan itu sangat penting untuk kehidupan di zaman yang serba edan.
banyak kata-kata indah yang tercipta di dunia, kadang aku merasa belum bebas seutuhnya dan menjadi diriku sendirim rasa-rasanya jiwa masih begitu labil, apa karena masih jomblo, ya jomblo tulen tidak pernah pacaran, tidak percaya?
tapi itulah kenyataan, mungkin bakat untuk pacaran tidak ada, saya selalu merasa kadang i'm not ready for commitment.... jatuh cinta, suka sering sekali tp hanya sebatas kagum, tidak pernah sampai pacaran,,,
tanpa sadar umur hampir 25 tahun, tidak ada yang kusesali..semua sudah rencana Allah yang baik..
lamaa aku mengerti, saat lingkungan begitu menyudutkan, dan jiwa ini menyalahkan diri, tp tidak membuat perubahan-perubahan besar.
setiap bangun aku sesak, mau apa saya disini...
tujuan kamu apa?
apa yang bisa saya berikan untuk hidup ini?
kadang saya benci diriku apabila sudah paranoid, kebiasaaan yang seharusnya sudah dihilangkan
kembali pada buku yang saya baca. berbicara tentang kebebasan,
filosofi uang
"uang adalah netral uang hanyalah media alat tukar" uang bisa menjadi apa pun, tergantung cara kita memakainya"
Vision selalu mulai dengan pikiran akan mau menjadi apa nanti akhirnya kebanyakan orang tidak menyadari apa yang mereka inginkan dalam kehidupan mereka. mereka ikut arus kebanyakn orang dan membuat keputusan, dan itulah sayaaa, dan ingin kurubah semuanya... "keberanian melangkah adalah harga mati"
Action
Passion
aturan emas adalah "integritas"
"jangan pernah menukar apa pun dengan suara hati anda tidak sepadan"
aku ingin suatu saat ada seseorang berkata "aku terinspirasi dari FITRIYASA MEISERLI orang yang dulu selalu meragukan dirinya sendiri, tak berani bermimpi, dan pada suatu hari mengatakan pada diri sendiri bahwa ini tidak bisa dibiarkan terus menerus...
membaca buku sekarang sudah seperti kebiasaan... yaa saat keadaan mensetting harus maka harus bisa mencari celah di setiap waktu. Pagi ini bintang subuh bersinar sendiri di 05.00 am, langkah kaki masih diizinkan Allah untuk ke musolla. Ak ingin mengasah iman ku yang dari hati, iman yang selalu aku pertahankan saat orang tak melihat saat orang-orang tak ada.
sedang menonton Prabowo dan Aiman sambil mengetik "masyarakat yg cerewet menunjukan masyarakat yang pintar" dialetika gagasan dilawan gagasan sehingga ada gagasan lain yang lebih bisa menjawab persoalan-persoalan di zaman modern
sepertinya politik makin panas, hukum tak berjalan efektif, korupsi merajalela, demokrasi yang import.
tiba-tiba buku lama aku keluarkan lagi dari rak buku. berjudul A gift from a friend... Merry Riana. aku pernah ikut seminarya. duluuu dua tahun yang lalu, tp greget itu sangat kecil di jiwa. tapi hari ini aku merasakan sesuatu lagi setelah melihat bukunya. Dimana rancangan kehidupan bukan pasrah seperti air mengalir sadarlah kita punya andil besar untuk melaksanakan hidup yang kita inginkan.
kebebasan. kebebasan finansial, kebahahgian orang tua, dan kebahagian ku nanti bersama keluarga kecilku.
dalam 4 bulan awal ini aku ingin menyelesaikan tesis dan jadi magister ilmu politik, ingin menulis buku, dan menikah...
jangan tanya calon, aku pun belum tahu dia siapa no idea, sepertinya sudah dekat... InsyaAllah...
selalu berprasangka baik ke Tuhan itu sangat penting untuk kehidupan di zaman yang serba edan.
banyak kata-kata indah yang tercipta di dunia, kadang aku merasa belum bebas seutuhnya dan menjadi diriku sendirim rasa-rasanya jiwa masih begitu labil, apa karena masih jomblo, ya jomblo tulen tidak pernah pacaran, tidak percaya?
tapi itulah kenyataan, mungkin bakat untuk pacaran tidak ada, saya selalu merasa kadang i'm not ready for commitment.... jatuh cinta, suka sering sekali tp hanya sebatas kagum, tidak pernah sampai pacaran,,,
tanpa sadar umur hampir 25 tahun, tidak ada yang kusesali..semua sudah rencana Allah yang baik..
lamaa aku mengerti, saat lingkungan begitu menyudutkan, dan jiwa ini menyalahkan diri, tp tidak membuat perubahan-perubahan besar.
setiap bangun aku sesak, mau apa saya disini...
tujuan kamu apa?
apa yang bisa saya berikan untuk hidup ini?
kadang saya benci diriku apabila sudah paranoid, kebiasaaan yang seharusnya sudah dihilangkan
kembali pada buku yang saya baca. berbicara tentang kebebasan,
filosofi uang
"uang adalah netral uang hanyalah media alat tukar" uang bisa menjadi apa pun, tergantung cara kita memakainya"
Vision selalu mulai dengan pikiran akan mau menjadi apa nanti akhirnya kebanyakan orang tidak menyadari apa yang mereka inginkan dalam kehidupan mereka. mereka ikut arus kebanyakn orang dan membuat keputusan, dan itulah sayaaa, dan ingin kurubah semuanya... "keberanian melangkah adalah harga mati"
Action
Passion
aturan emas adalah "integritas"
"jangan pernah menukar apa pun dengan suara hati anda tidak sepadan"
aku ingin suatu saat ada seseorang berkata "aku terinspirasi dari FITRIYASA MEISERLI orang yang dulu selalu meragukan dirinya sendiri, tak berani bermimpi, dan pada suatu hari mengatakan pada diri sendiri bahwa ini tidak bisa dibiarkan terus menerus...
Komentar
Posting Komentar