Selamat pukul 09.06 p.m

 Semarang, 9 Maret 2014
ini tulisan pertama, rasanya sudah lama berniat ingin membuat blog dan menulis sesuatu tetapi tidak kesampaian, mungkin karena saya terlalu suka menunda. menunda-nunda kebaikan.
menulis entah ada virus apa tiba-tiba ingin menulis.
hari ini begitu datar dan sedikit merindukan ibunda dirumah, kuliah jauh dari orang tua sudah sering saya lakukan. tapi entah kenapa kali ini begitu rindu ingin pulang. rasanya begitu kangen.. rasa-rasanya beribu doa dan kata tak mampu mengobati kangen rumah alias home sick.
hari ini kita ngomongin apa ya?
sekrang sedang ada pertandingan badminton, Indonesia vs ... entahlaah status bb begitu semua.
rasa-rasanya menulis itu keren yaa, asik dan sesuatu yang baru, saya rasa saya bisa menulis. tulisan diary ku sudah banyak dan kebanyakan isi diary itu soal rasa.. ahh rasa rindu.
memang saya suka merindukan sesuatu, entahlah mungkin saya tipe yang selalu merasa kurang dengan apa yang dimiliki.
aiiihhh.. tiba-tiba jadi curhat
owh yaa.. hari ini saya membaca sebuah buku yang lumayan inspiratif, judulnya Tuhan, Mohon Izinkan Aku Mencintai Perempuan. rasa-rasanya pandangan saya tentang perempuan di Islam menemukan hal-hal baru di dalam buku ini. di Indonesia sangar terasa budaya patriakhi, dimana dominasi laki-laki sangat besar. perempuan masih dianggap sebagai "co-leader" laki-laki. padahal Allah menciptakan wanita dan laki-laki untuk berpasangan dengan derajat yang sama. dan mempunyai hak-hak dan kewajiban yang saling mendukung dan saling melengkapi.
buku ini terdapat 3 bagian dengan juz-juz masin-masing bagian terdapat 10 juz. Mulai dari Mengaji Tauhid Perempuan hingga Saudagar Perempuan. entahlah buku ini meyadarkan ku tentang semua ketakutan-ketakutan dan pengetahuan yang tidak mendalam tentang hadist dan makna al-Quran. bagaimana Islam memandang perempuan dan hak-hak perempuan dalam segala hal mulai dari rumah tangga, sebagai manusia dan cita-cita perempuan.
saya akan mencoba membedah pesan-pesan per juz. Tauhid menghapuskan semua sekat diskriminasi dan subordinasi. keyakinan bahwa hanya Allah yang patut dipertuhankan dan tidak ada siapa pun dan apa pun yang setara dengan Allah, meniscayakan kesamaan dan kesetaraan semua manusia di hadapan Allah "Prof. Dr. Siti Musdah Mulia"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

9.40 am

10.17 am di 11 Maret 2014

Kenapa sih?