PENJARA "kenakalan dan HAM"

saya habis berkunjung ke lapas anak di daerah sui.raya dalam. suasana hati saat melangkah kesana hanya penasaran yang ada. bagaimana penjara, apa saja yang ada di dalamnya. orang-orang jahat dan bersalah yang harus dihukum mungkin inilah yang ada di benak kita bersama. kumpulan orang-orang bersalah dan jahat. tapi ini lapas anak, ada fenomena yang sangat dilematis. saat usia yang masih dikatakan remaja atau anak bertindak kejahatan lalu dihukum dalam penjara, apa yang tujuan yang ingin diharapkan, pasti sebuah penyesalan, mewujudkan harapan baru dan hidup baru. 
awalnya saya ingin berposes belajar untuk tidak memandang mereka dengan kejaatan mereka, mengakimi tanpa asalan yang jelas.
tapi mendengar apa saja kejahatan mereka, dan bagaimana sikap mereka dilapas yang diceritakan oleh para petugas lapas, sebenarnya sungguh ngeri apa yang telah mereka perbuat.
umur dimana mereka bisa berkembang malah sudah ada di dalam penjara, saya hanya melihat mata-mata yang butuh perhatian dan mata-mata yang tergulung kaku di dalam ketidakpercayaan diri dengan kejahatan yang mereka lakukan.
kejatahatn vs kenakalan.
saya tidak mengerti soal hukum dan HAM, mungkin saya butuh lebih banyak lagi referensi soal HAM 
berapa banyak hal penting yang aku lewatkan di dunia ini, waktu ini, rasanya sudah lelah menjadi diam harusnya harus bisa berbuat sesuatu, tidak merencakan hal yang besar, hanya ingin menempa diri untuk lebih bermanfaat untuk orang banyak.
kesombongan dalam kebaikan trkadang sangat berbahaya, dia sangat halus tetapi tetap butuh pujian, hati dan fikiran harus sinkron.,
ada yang banyak yang dapat dinilai dan dihasilkan oleh fikiran, tp hati membuatnya menjadi lebih bernilai karena hati menggiring fikiran untuk lebih ikhlas dalam memberikan kontribusi untuk sesama.
soal lapas anak.
saya tidak begtu banyak melakukan kontak secara langsung atau mengobrol, mungkin saya belum leluasa dengan orang-orang dalam penjara, dunia mereka terlal berbeda, terkadang perspektif dalam tindak kejahatan dan hukuman bagi narapidana sangat ambigu. penegakan hukum masih menjadi pertanyaan dan catatan di Indonesia. masih banyak kesenjangan antara harapan dan kenyataan.
bila penegak hukum dan rakyat sadar hukum, pasti akan ada hubngan yang saling mengisi dan bertanggung gugat di antara keduaya, sehingga bisa saling menjaga antara kedua belah pihak. 
#nulis sambil ngantuk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

9.40 am

10.17 am di 11 Maret 2014

Kenapa sih?